Yuk, cari tahu sejumlah alasan kenapa Jogja sering gempa. Sebagian besar kawasan Indonesia punya ancaman bencana yang berbeda.
Daerah Istimewa Yogyakarta yang beribukota di Kota Yogyakarta memang istimewa atau spesial. Yogyakarta punya predikat mulai dari kota pelajar, kota budaya hingga kota kuliner.
Selain itu, provinsi ini juga memiliki keistimewaan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia sejak negara ini merdeka pada 1945.
Salah satunya jabatan gubernur otomatis dijabat oleh Sultan Hamengkubuwono sehingga tidak ada pemilihan kepala daerah.
Hal lainnya adalah terkait keistimewaan lainnya, termasuk kepemilikan tanah seperti Sultan Ground dan Pakualaman Ground.
Seperti halnya sebagian besar daerah di Indonesia, Yogyakarta tentu tidak “istimewa” sehingga bebas bencana alam.
Kawasan ini pernah dilanda gempa besar. Ya, tidak mengherankan karena lokasi provinsi ini berada di Pantai Selatan Jawa yang memang dekat lempeng tektonik.
Tidak ketinggalan, ada sejumlah gunung di dekat Yogyakarta. Salah satunya adalah Gunung Merapi, salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.
Situs Investasiproperti.id akan membahas sejumlah hal mengenai penyebab Yogyakarta sering mengalami gempa bumi.
Investasiproperti.id telah merangkum dari berbagai sumber portal berita daring seperti Kompas.com, Tempo.co, dan masih banyak yang lainnya.
Mengungkap Sejumlah Alasan Kenapa Jogja Sering Gempa
Nah, kalau gempa Jogja terbesar tahun berapa saja sih? Ternyata, kawasan ini pernah dilanda gempa besar pada tahun 1937, 1943, 1976, 1981, 2001, dan 2006.
Akan tetapi, gempa dengan jumlah korban besar terjadi pada tahun 1867, 1943, dan 2006. Mungkin, kamu masih mengingat gempa pada 2006 dengan korban jiwa mencapai 6.234 orang.
Penyebab gempa Yogyakarta 2006 adalah pergerakan patahan aktif Sesar Opak yang melalui bagian tengah kawasan provinsi ini.
Kebetulan, sesar ini memang aktif sehingga Yogyakarta memang sering kali diguncang gempa. Sesar ini melewati Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman.
Selain itu, provinsi ini berada antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik alias pertemuan Cincin Api Pasifik.
Mengungkap Alasan Indonesia Sering Dilanda Gempa Dibandingkan dengan Negara Lainnya
Sebagai pelengkap, apa penyebab terjadinya gempa? Masih banyak yang belum mengetahui penyebab bencana ini.
Gempa bumi terjadi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba, yang disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik.
Selain gempa tektonik, ada juga gempa vulkanik yang disebabkan terjadinya gunung meletus atau erupsi. Kamu harus bisa membedakan kedua gempa ini.
Lantas di mana di Indonesia yang mengalami gempa bumi paling banyak? Hmm, ternyata banyak banget ya wilayah yang rawan.
Kawasan yang berhadapan dengan Samudra Hindia seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, hingga Lampung.
Lantas berlanjut ke Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur. Sederetan wilayah ini rawan gempa karena adanya lempeng Bumi.
Nah, itulah sejumlah alasan kenapa Jogja sering gempa, terutama setelah terjadinya bencana besar pada 2006 lalu.
Sebelumnya, ada konten lainnya yang membahas kenapa Kalimantan tidak ada gempa. Kamu perlu mengetahui sejumlah penyebabnya.
Jangan lewatkan pembahasan mengenai kenapa Semarang sering banjir? Banyak kawasan di Indonesia yang mengalami hal yang sama terutama yang berada di tepi pantai.
Tidak ketinggalan, ada ulasan menarik terkait kenapa Bogor disebut Kota Hujan. Fenomena alam apa yang terjadi di kawasan ini sehingga curah hujan sangat tinggi?
Situs Investasiproperti.id selalu menampilkan konten yang menarik mengenai hal unik yang ada di sebuah kawasan atau kota di Indonesia.















