Simak pembahasan kenapa Jember pakai bahasa Madura. Saatnya kamu mengetahui keunikan sejumlah daerah di Nusantara.
Jember itu Jawa atau Madura sih? Tentunya, Kota Jember berada di Jawa Timur, tepatnya di kawasan tapal kuda.
Jember dikenal sebagai Kota Karnaval setelah diselenggarakannya karnaval tingkat dunia sejak 2003 silam. Karnavalnya bisa mencapai 3,5 kilometer.
Belakangan, Jember juga menjadi salah satu kota pendidikan di Indonesia lantaran kehadiran sejumlah perguruan tinggi. Salah satunya Universitas Jember.
Kota ini relatif kecil lantaran hanya memiliki luas 98,8 km2 (kilometer persegi) dengan jumlah penduduk 332 ribu menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) pada 2022.
Meski kecil dan terletak di tengah kawasan tapal kuda, posisi Jember sangat penting sehingga menjadi kota tempat perwakilan sejumlah perusahaan dan lembaga pemerintahan.
Lantas kenapa orang yang tinggal di kota ini banyak memakai bahasa Madura, situs Investasiproperti.id akan membahasnya lebih lanjut.
Investasiproperti.id telah merangkum dari berbagai sumber seperti Kumparan.com, Detik.com, dan sejumlah laman berita daring lainnya.
Sejumlah Alasan Kenapa Jember Pakai Bahasa Madura
Apakah Jember banyak orang Madura? Tentu saja. Meski kecil, tetapi Jember menjadi destinasi bagi suku lain untuk menetap. Banyak pendatang yang tinggal di kota tersebut.
Tidak hanya orang Jawa yang tinggal di kota ini, melainkan ada Suku Madura, Suku Osing, keturunan Tionghoa (China), dan lainnya.
Lantas daerah Jember menggunakan bahasa apa? Lantaran banyak pendatang, ternyata bahasa Madura menjadi salah satu yang banyak digunakan, tentunya selain Bahasa Indonesia.
Sebenarnya, orang Madura lebih banyak tinggal di Kabupaten Jember, wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Jember.
Mayoritas pendatang dari Madura ini tinggal di kawasan timur dan utara Kabupaten Jember. Ada sejumlah minoritas orang Madura yang menetap di Kabupaten Jember bagian selatan.
Selain bahasa Madura, orang Jember menggunakan bahasa Jawa dengan gaya Jawa Tengah, bahasa Jawa dengan dialek Jawa Timuran, dan bahasa Osing.
Nah, bahasa Osing adalah bahasa yang digunakan oleh mereka yang berasal dari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Mungkin banyak yang belum tahu ya.
Hmm, itulah pembahasan kenapa Jember pakai Bahasa Madura dan Bahasa Jawa, semoga hal ini menambah pengetahuan kamu.
By the way, hal ini juga bisa menjawab kenapa Situbondo memakai bahasa Madura? Kebetulan, kawasan ini berada di pesisir pantai dan dekat dengan Pulau Madura.
Sebenarnya, ada keunikan serupa yaitu Cirebon yang berada di Provinsi Jawa Barat malah menggunakan bahasa Jawa di antara para penduduknya.
Jangan lewatkan konten menarik mengenai kenapa Madura tidak menjadi provinsi dan terpisah dari Jawa Timur. Simak pembahasannya.
Tidak ketinggalan, ada konten yang membahas kenapa Aceh tidak ada bioskop. Apakah ada kaitannya dengan penerapan syariat Islam?
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai keunikan atau cerita menarik mengenai kota atau kawasan di Tanah Air.















