Home / Panduan Properti

Minggu, 26 Januari 2025 - 11:00 WIB

6 Cara Menjadi Agen Properti yang Baik. Pastikan Punya Izin dan Tergabung dalam Asosiasi

Sumber Foto: Pexels.com

Sumber Foto: Pexels.com

Bagaimana cara menjadi agen properti yang baik, simak sejumlah tahapan berikut ini agar bisa menjadi tenaga profesional.

Mungkin banyak yang bertanya apa itu pekerjaan agen properti atau broker lantaran belum banyak yang tahu. Atau bisa juga salah paham.

Broker merupakan orang yang memiliki kemampuan dan  izin untuk memasarkan dan menjual properti mulai dari tanah, rumah, ruko, apartemen, hingga gedung. 

Tidak sedikit juga yang bertanya berapa gaji seorang agen properti? Sebagai tenaga penjualan, pastinya agen properti memiliki pendapatan yang besar.

Setiap agen bisa mendapatkan komisi sebesar 2 hingga 5 persen dari penjualan properti, hitung saja kalau sebuah properti berharga hanya Rp500 juta. 

Soal komisi tentunya tergantung dari kantor agen properti tempat si broker bergabung. Biasanya, setap kantor memiliki kebijakan yang berbeda.

Sebagai profesi yang menggiurkan, tentu banyak orang yang mencari tahu cara menjadi agen properti perorangan atau freelance

Meski tidak sedikit juga dari mereka yang memilih untuk bergabung dengan kantor agen properti karena punya nama dan merek terkenal. 

Situs Investasiproperti.id akan membahas hal ini dengan mengutip berbagai sumber seperti media online dan agen properti. 

Investasi Properti juga pernah berbincang dengan para pengurus AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) beberapa waktu lalu untuk mendapatkan insight.

Cara Menjadi Agen Properti yang Baik

1. Mengikuti Pelatihan di Kantor Broker atau AREBI

Cara menjadi agen properti Ray White, ERA, Brighton, atau lainnya tentu mudah karena setiap kantor memiliki pelatihan tersendiri. 

Baca Juga :  Purinusa Kembangan Jalin Kerja sama dengan Broker. Agen Properti Bantu Memasarkan Hunian Mewah yang Berada di Jakarta Barat

Jika kamu memang tertarik mengikuti kursus agen properti, coba saja menghubungi kantor agen properti terdekat.

Selain itu, AREBI juga memiliki pelatihan khusus untuk menjadi agen properti dan pemilik kantor broker. Tentunya, pelatihan ini bersertifikasi. 

2. Bergabung dalam Asosiasi Broker 

Sebagai tenaga ahli profesional, sebaiknya broker memang tergabung ke dalam asosiasi seperti AREBI. Seperti halnya profesi lain yang memiliki asosiasi. 

Calon konsumen yang ingin menjual atau membeli rumah bisa mendapatkan kepercayaan terhadap broker lantaran agen properti memang terdaftar. 

Broker juga bisa mengembangkan diri lebih baik lantaran bertemu dengan sesama rekan agen properti lainnya dan memperoleh pelatihan. 

3. Memiliki Izin dari Kementerian Perdagangan 

Setiap agen properti seharusnya mempunyai SIU-P4 (Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti).

Kementerian Perdagangan yang mengeluarkan surat izin usaha atau lisensi untuk agen properti atau broker. Lisensi tentu penting untuk kredibilitas.  

Jika broker memiliki surat izin, pastinya calon konsumen juga lebih percaya dengan kredibilitas dan kemampuan agen.

4. Mengikuti Berbagai Pelatihan untuk Menambah Wawasan 

Susahnya jadi agen properti tentu tidak hanya bisa menjadi perantara penjual dan pembeli atau mengetahui digital marketing.

Baca Juga :  Mengintip Bisnis Properti di Bali. Kembali Bangkit Setelah Terpuruk pada Masa Pandemi

Broker juga harus mengetahui hukum pertanahan, perbankan, perizinan, dan masih banyak lagi. Hal ini terkait status kepemilikan hingga cara pembelian. 

Bayangkan kalau agen properti tidak mengetahui dan kurang bisa memahami keinginan pembeli dan penjual saat melakukan transaksi.

5. Memiliki Kantor Tetap 

Jika kamu berencana menjadi agen properti freelance, tentu berbeda dengan broker yang tergabung dengan kantor agen.

Mau tidak mau, kamu harus memiliki kantor tersendiri, bisa memanfaatkan rumah atau menyewa ruko sebagai alamat tetap. 

Alamat lengkap dan jelas juga menjadi jaminan bagi calon pembeli dan penjual mengenai kredibilitas broker. Hal ini penting banget.

6. Menyiapkan Modal Investasi 

Bisakah kita menjadi pengusaha properti tanpa modal? Tentu bisa, tergantung apa definisi modal tersebut lantaran bisa jadi berbeda. 

Jika memiliki keterbatasan modal, kamu bisa memanfaatkan rumah sebagai kantor atau media sosial sebagai media pemasaran.

Namun, kamu juga harus tetap mengeluarkan uang untuk biaya pelatihan, perizinan, sertifikasi, dan lainnya. Hal ini yang sering terlupakan.

Nah, itulah cara menjadi agen properti yang baik dan benar, pastikan kamu memang memiliki izin dan keahlian sebelum memulaui profesi ini.

Situs Investasiproperti.id selalu menghadirkan konten yang menarik mengenai panduan bagi investor properti, end user, broker properti, dan lainnya. 

Share :

Baca Juga

Kenapa Klaten Banyak Mata Air

Panduan Properti

Kenapa Klaten Banyak Mata Air? Ada Banyak Umbul yang Menjadi Tempat Wisata Air yang Bisa Dikunjungi
kota paling macet di indonesia

Panduan Properti

5 Kota Termacet di Indonesia. Kamu Memang Bakal Tua di Jalan
Mengenal Hong Kong Land

Panduan Properti

Mengenal Hong Kong Land. Developer Asing Ini Berkolaborasi dengan Sejumlah Mitra Lokal Mengembangkan Hunian Mewah
Kota Terbaik untuk Investasi Properti di Indonesia

Panduan Properti

10 Kota Terbaik untuk Investasi Properti di Indonesia. Kawasan Pendidikan, Area Bisnis, dan Daerah Industri Punya Potensi Besar
Kota Terbaik untuk Slow Living di Indonesia

Panduan Properti

10 Kota Terbaik untuk Slow Living di Indonesia. Saatnya Beralih dari Kehidupan Fast Living
Kenapa Magelang Dijuluki Kota Sejuta Bunga

Panduan Properti

Kenapa Magelang Dijuluki Kota Sejuta Bunga? Salah Satu Kota Terindah pada Zaman Hindia Belanda
tinggal di kendari

Panduan Properti

11 Keunggulan Tinggal di Kendari. Ibu Kota Provinsi dengan Pemandangan Pantai yang Indah
Kenapa Bandung Disebut Paris Van Java

Panduan Properti

Kenapa Bandung Disebut Paris Van Java? Wah, Ternyata Ada Kisahnya yang Perlu Diketahui