Yuk, cari tahu kenapa Kudus disebut Kota Kretek. Kota ini menjadi salah satu kota industri terkemuka di Tanah Air.
Ada yang pernah mampir ke Kudus, Provinsi Jawa Tengah? Inilah kota yang berada di kawasan Pantai Utara Jawa.
Kudus termasuk salah satu kota terkecil di Indonesia lantaran luasnya hanya 11 km2 (kilometer persegi). Hmm, ini sih hanya seluas sebuah kecamatan di Jakarta.
Jumlah penduduk kota ini juga hanya 91 ribu jiwa menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juni 2023.
Kota ini memiliki rekam jejak sejarah terkait penyebaran agama Islam di Pulau Jawa dengan kehadiran Sunan Kudus.
Nama kota ini sendiri berasal dari Al Quds, meniru nama Baitul Maqdis yang berada di Yerusalem yang menjadi rebutan antara Israel dan Palestina.
Kabarnya, ada batu yang digunakan untuk membangun Masjid Kudus berasal dari Masjid Al Aqsa. Masjid ini sendiri berdiri sejak 1549.
Lantas kota Kudus dijuluki kota apa, tentu saja selain Kota Kretek, ada julukan lain. Kudus memiliki julukan kota Jambu dan kota Santri.
Julukan kota Santri tentunya tidak terlepas dari banyaknya pesantren dan jejak sejarah penyebaran agama Islam.
Lantas bagaimana dengan julukan Kota Kretek untuk Kudus, situs Investasiproperti.id akan membahasnya lebih lanjut.
Investasiproperti.id telah merangkum dari berbagai sumber seperti Kompas.com, Detik.com, Okezone.com, dan sejumlah portal berita lainnya.
Sejumlah Alasan Kenapa Kudus Disebut Kota Kretek
Kota Kretek itu di mana sih, tentu saja di Kota Kudus? Kebetulan, kota ini merupakan penghasil rokok terbesar dengan kehadiran produsen rokok terbesar di Indonesia, Djarum.
Djarum memiliki sejumlah bisnis lainnya, salah satunya Polytron. Tidak ketinggalan, produsen rokok ini menghadirkan klub bulutangkis kelas dunia.
Sebelumnya, mengapa disebut rokok kretek? Detik.com melansir bahwa jenis rokok ini muncul lantaran Haji Djamhari yang melakukan percobaan.
Saat itu, ia berupaya menyembuhkan sesak nafas dengan memakai minyak cengkih. Ia mencampur bubuk cengkih dan tembakau lantas membungkusnya dengan kulit jagung.
Ketika hasil lintingan ini dibakar, bunyinya memang khas. Kretek, kretek, kretek. Inilah asal muasal nama kretek.
Rokok kretek berkembang berkat peran Nitisemito yang merupakan Bapak Kretek Indonesia. Ia memulai usaha rokok dengan merek Bal Tiga.
Setelah itu, industri rokok terutama rokok kretek berkembang pesat di Kudus. Menurut data, ada 35 perusahaan rokok dari berbagai skala di kawasan ini.
Sekadar informasi tambahan, ada Museum Kretek yang berdiri pada 1986. Museum ini berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektare.
Nah, itulah alasan kenapa Kudus disebut Kota Kretek, semoga menambah pengetahuan kamu mengenai sebuah kota atau daerah.
By the way, kamu sudah menonton film Gadis Kretek yang dibintangi Dian Sastro. Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama yang mengisahkan soal rokok kretek.
Jangan lewatkan konten yang membahas mengenai tidak ada pemilihan gubernur di Daerah Istimewa Yogyakarta, sementara daerah lain menggelar pemilihan kepala daerah.
Tidak ketinggalan, ada konten mengenai Sultan Ground, hak keistimewaan terkait Yogyakarta. Selain itu, ada juga Pakualaman Ground, hak keistimewaan lainnya di Jogja.
Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai kelebihan dan keunikan sebuah kota di Indonesia.















