Yuk, intip pembahasan mengenai kenapa Cirebon berbahasa Jawa, hal yang membingungkan lantaran kota ini berada di Jawa Barat.
Cirebon merupakan sebuah kota kecil yang berada di kawasan Pantai Utara Jawa, tepatnya masuk ke dalam Provinsi Jawa Barat.
Salah satu kota pelabuhan yang sudah lama dan tempat mengolah hasil laut sehingga mendapatkan julukan sebagai Kota Udang.
Kota ini mempunyai jejak sejarah panjang sejak zaman Kerajaan Galuh atau Pajajaran. Lantas berdirilah Kesultanan Cirebon yang berkuasa pada abad ke-15 dan 16.
Berdirinya Kesultanan Cirebon dan penyebaran agama Islam juga menandai sejarah penting kota ini. Belakangan, kota ini mendapatkan sebutan Kota Wali
Julukan ini tidak terlepas dari sosok Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, salah satu wali sanga atau wali songo yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.
Lantas kenapa Cirebon malah menggunakan bahasa Jawa, tentunya ada sejarahnya yang perlu kamu ketahui asal usulnya.
Situs Investasiproperti.id akan membahas lebih lanjut mengenai apakah Cirebon memakai bahasa Jawa atau malah bahasa Sunda?
Investasiproperti.id sudah merangkum sejumlah informasi dari Detik.com, Liputan6.com, Pikiranrakyat.com, dan masih banyak yang lainnya.
Menelusuri Jejak Sejarah Kenapa Cirebon Berbahasa Jawa
Apakah suku Cirebon termasuk suku Jawa? Tentu tidak. Mungkin hal ini membingungkan termasuk bagi kamu yang bertanya Cirebon suku Jawa atau Sunda.
Ya, bisa dikatakan kalau orang Cirebon memang tidak termasuk suku Jawa atau suku Sunda. Mereka memiliki identitas sendiri lantaran ada akulturasi dengan budaya lain.
Orang Cirebon suku apa sih? Mereka termasuk suku Cirebon yang merupakan sub etnis suku Jawa. Mereka juga tersebar di Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan sekitarnya.
Lantas kenapa Cirebon banyak orang Jawa? Hal ini tidak terpisahkan lokasi kota pelabuhan ini sejak lama. Ada interaksi dengan Kerajaan Demak dan Kerajaan Mataram Islam.
Menurut data Badan Pusat Statistik, setidaknya ada 20% orang Jawa yang tinggal di Kota Cirebon, 12% orang Sunda, 54% orang Cirebon, dan sisanya dari suku-suku lain.
Sebenarnya, selain penggunaan bahasa Indonsia, orang Cirebon juga memakai bahasa Cirebon, bahasa Sunda dan bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari.
Lantaran dekat dengan Jawa Tengah, maka ada banyak orang Jawa di kota ini. Lantas mereka memberikan warna terhadap budaya dan bahasa setempat.
Ya, tidak heran kalau akhirnya percampuran budaya ini menciptakan bahasa Cirebon, percampuran bahasa Sunda dan bahasa Jawa, tetapi bahasa Jawa punya pengaruh lebih kuat.
Akulturasi ini juga berpengaruh kepada karakter orang Cirebon yang terbuka dan toleransi. Hal yang berbeda dengan orang yang tinggal di kawasan pedalaman.
Biasanya, orang yang tinggal di pelabuhan dan bertemu orang lain, tentunya memang lebih mudah menerima orang lain.
Sebenarnya, hal yang serupa juga terjadi di sejumlah kawasan di Jawa Tengah. Misalnya Brebes yang mendapatkan pengaruh dari budaya Sunda.
Sebelumnya, ada konten yang menerangkan kenapa masyarakat yang menetap di Jember, Jawa Timur menggunakan Bahasa Madura.
Tidak ketinggalan, ada konten Kota Banjarbaru menggantikan Kota Banjarmasin sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu.
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang berkualitas mengenai kisah-kisah menarik kota-kota yang ada di Indonesia.















