Yuk, cari tahu mengenai kenapa Pontianak disebut Kota Khatulistiwa. Ada banyak hal yang perlu kamu ketahui mengenai kota ini.
Sejarah Kota Pontianak memang cukup panjang, tidak hanya kota ini berdiri sejak lama, tentunya kota ini terkait dengan kuntilanak.
Banyak yang mempertanyakan kenapa Pontianak disebut Kota Kuntilanak? Pontianak artinya kuntilanak bagi orang Kalimantan, Singapura, dan Malaysia.
Sejarah kuntilanak tentu tidak terlepas dari Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, pendiri dan sultan pertama Kesultanan Pontianak. Kamu bisa membaca kisah lengkapnya dalam tautan.
Ibu kota Provinsi Kalimantan Barat ini berdiri pada 1771 silam. Sungai terpanjang di Indonesia, Kapuas melewati kota tersebut. Kapuas hanya salah satu sungai yang membelah kota.
Pontianak mempunyai luas sekitar 118,32 km2 (kilometer persegi) dengan jumlah penduduk cuma 682 ribu jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juni 2024.
Seperti halnya kota lain di tanah air, Pontianak memiliki banyak kelebihan termasuk kuliner, termasuk makanan dan minuman khas yang lezat.
Pontianak terkenal dengan makanan apa sih, beberapa di antaranya bubur pedas, pengkang, choi pan, dan masih banyak yang lain. Kamu perlu mencobanya kalau berkunjung ke kota ini.
Situs Investasiproperti.id akan mengupas tuntas sejarah singkat mengapa Pontianak mendapatkan predikat Kota Khatulistiwa sejak dahulu kala.
Investasiproperti.id telah merangkum informasi dari sejumlah sumber situs berita daring nasional seperti Kompas.com, Kumparan.com, Okezone.com, dan lainnya.
Mengungkap Asal Usul Kenapa Pontianak Disebut Kota Khatulistiwa
Mengapa Kota Pontianak dijuluki Kota Khatulistiwa? Hal ini karena kota tersebut berada di garis imajiner, khatulistiwa atau ekuator.
Sebenarnya, bukan hanya Pontianak yang melewati garis ini. Garis tersebut juga melewati sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Sumatra, Sulawesi, dan Maluku.
Garis khatulistiwa ini membagi Bumi menjadi bagian utara dan selatan. Hal ini juga membuat Pontianak memiliki fenomena hari tanpa bayangan lantaran matahari tepat berada di atas kepala.
Fenomena tersebut biasanya terjadi dua kali dalam setahun, yaitu antara bulan Februari-April dan September-Oktober. Biasanya, tempat lain hanya mengalaminya sekali.
Posisi kota ini juga membuat Pontianak begitu istimewa. Ya, tidak heran kalau Tugu Khatulistiwa dibangun di Pontianak sejak lama.
Di bagian utara kota, terdapat sebuah monumen, yaitu Tugu Khatulistiwa yang berlokasi di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara.
Tugu ini sudah ada pada 1928 pada masa penjajahan Hindia Belanda. Lantas pemerintah saat itu memperbaiki monumen tersebut menjadi lebih baik pada 1930.
Pemerintah Indonesia membangun tugu yang lebih baru dengan ukuran lima kali lebih besar pada 1990. Kamu bisa melihat tugu ini kalau berkunjung ke Pontianak.
Nah, itulah sejarah mengapa Pontianak mendapatkan julukan tersebut, mungkin kamu belum mengetahui hal ini sebelumnya.
Jangan lewatkan konten yang menguraikan sejarah kenapa Banjarmasin, Kalimantan Selatan memperoleh julukan sebagai Kota Seribu Sungai.
Tidak ketinggalan, ada konten yang mengupas tuntas kenapa Semarang, Jawa Tengah sering mengalami bencana banjir setiap tahunnya.
Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik terkait kota-kota di Indonesia yang mungkin belum diketahui.















