Konsultan properti Cushman & Wakefield jelaskan apartemen sewa di Jakarta kuartal 1 2025. Insight bagi para investor properti.
Pasar apartemen sewa di Jakarta memperlihatkan hal kalau pasokan unit hunian baru mendominasi dibandingkan apartemen lama.
Bagi para investor yang masih melirik ceruk pasar ini tentunya perlu mengetahui insight terkini. Sejumlah update harus diketahui.
Situs Investasiproperti.id akan membahasnya lebih lanjut dengan merangkum dari pernyataan tertulis yang diperoleh dari laporan Cushman & Wakefield.
Laporan MarketBeat Cushman & Wakefield menyajikan analisa aktivitas ekonomi dan real estat komersial setiap kuartal yang mencakup tren pasokan, permintaan, dan harga di tingkat pasar dan sub pasar.
Perusahaan Properti Konsultan Cushman & Wakefield Jelaskan Apartemen Sewa di Jakarta Kuartal 1 2025
Pasokan baru di sektor apartemen sewa pada kuartal pertama tahun 2025 sepenuhnya berasal dari subsektor kondominium sewa.
Apalagi, dengan selesainya pembangunan Emerald Bintaro (Tower C) dan Saffron Residences (Tower Noble), yang menambah 433 unit ke total pasokan.
Sementara itu, pasokan baru di subsektor Service Apartment diperkirakan akan masuk dari mulai beroperasinya proyek-proyek yang sedang dalam tahap pengembangan pada akhir tahun ini.
Unit Properti Lama Mulai Tersingkir Seiring Meningkatnya Persaingan dengan Pasokan Hunian Vertikal yang Baru
Pada awal tahun 2025, pasar apartemen sewa mengalami sedikit penurunan permintaan, khususnya di subsektor service apartment dan apartemen khusus sewa.
Properti-properti lama kesulitan untuk bersaing secara keseluruhan di pasar apartemen sewa, sehingga tingkat okupansi di subsektor service apartment menurun.
Ada penurunan tingkat hunian apartemen sewa sebesar -1,2% QoQ/quarter on quarter (atau meningkat +1,7% YoY/year on year) menjadi 64,3% pada kuartal ulasan.
Sementara itu, subsektor apartemen khusus sewa turun sebesar -0,6% QoQ (atau -0,2% YoY) menjadi 63,6%.
Di sisi lain, subsektor kondominium sewa mencatat sedikit peningkatan tingkat okupansi sebesar +0,5% QoQ (atau +2,8% YoY) menjadi 58,3%.
Ada Kenaikan Harga Sewa Pada Seluruh Sub Sektor
Penyesuaian tarif sewa tercatat di seluruh subsektor pada kuartal ini. Subsektor apartemen khusus sewa mencatat kenaikan tarif sewa sebesar +0,7% QoQ atau +1,1% YoY menjadi Rp 218.432/m2(meter persegi)/bulan.
Subsektor service apartment mengalami kenaikan sebesar +1,5% QoQ atau 1.5% YoY menjadi Rp 403.284/m2/bulan.
Sementara itu, subsektor kondominium sewa mencatat peningkatan tarif sewa sebesar +2,0% QoQ +5,1% YoY, menjadi Rp 174.271/m2/bulan.
Jangan lewatkan pembahasan mengenai apartemen sewa pada 2024 lalu, perbandingan setiap tahun tentunya bisa menjadi insight yang baik.
Tidak ketinggalan, ada ulasan mengenai proyeksi faktor pada pasar properti Asia Pasifik, banyak hal yang harus diketahui oleh para investor.
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai pembahasan ceruk pasar apartemen sewa di Jakarta.















