Mungkin masih banyak yang bingung kenapa Surakarta disebut Solo. Simak pembahasannya agar kamu lebih bisa memahami hal ini.
Sejarah Kota Surakarta memang cukup panjang. Masih banyak orang yang bingung mengenai Solo dan Surakarta apa bedanya?
Apakah Surakarta termasuk Kota Solo atau apa perbedaan antara Solo dan Surakarta? Nah, sejumlah pertanyaan ini pastinya semakin membuat kamu bingung ya.
Apalagi kalau kamu tidak tinggal di kota ini atau memang berasal dari daerah ini. Pastinya memang terkesan njelimet, padahal sih tidak.
Solo atau Surakarta adalah sebuah kota kecil di Jawa Tengah dengan luas hanya 44 km2 (kilometer persegi). Lokasinya dekat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jumlah penduduk kota ini hanya 589 ribu jiwa menurut data dari Badan Pusat Statistik atau BPS pada akhir Desember 2024.
Sebagai kota kecil, Surakarta memang menjadi pilihan kota pensiun atau tempat yang tepat untuk menjalani slow living di Indonesia.
Selain itu, orang juga mengenal Solo sebagai kota pendidikan, kota wisata, hingga kota kuliner lantaran banyak pilihan makanan dan minuman khas.
Situs Investasiproperti.id akan membahasnya lebih lanjut mengenai alasan nama kota yang berbeda untuk urusan formal dan nonformal.
Investasiproperti.id telah merangkumnya dari sejumlah portal berita daring mulai dari Kompas.com, Kumparan.com, Detik.com, dan masih banyak lagi.
Mengungkap Alasan Kenapa Surakarta Disebut Solo
Nama lengkap kota Surakarta adalah Surakarta Hadiningrat yang diberikan pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram Islam.
Pusat pemerintahan kerajaan pindah dari kawasan Kartasura ke wilayah Surakarta atas perintah Pakubuwono II setelah ada pemberontakan.
Nah, kamu bisa memahami beda Surakarta dan Kartasura. Hanya perbedaan suku kata, tetapi bisa membingungkan bagi orang awam.
Pada 1743, ada Geger Pecinan atau pemberontakan etnis Tionghoa. Peristiwa ini terjadi lantaran Pakubuwono II dianggap berpihak kepada Belanda.
Pakubuwono II memerintahkan pemindahan keraton dari Kartasura ke Desa Sala. Kebetulan, desa ini dekat dengan Sungai Bengawan Solo.
Desa Sala ini kemudian memang berkembang pesat menjadi Kota Solo atau Kota Surakarta seperti saat sekarang. Nah, akhirnya kamu bisa memahami sejarahnya.
Lantas kenapa Surakarta berubah menjadi Solo? Hal ini berawal nama Sala. Banyak orang yang sering kali salah mengeja, mungkin seperti kata “salah” ya.
Upaya untuk menghindari hal tersebut adalah memakai huruf O. Hal ini bertujuan agar orang mudah membacanya menjadi Solo. Lantas penulisannya menjadi Solo.
Perlu kamu ketahui, nama resmi kota ini tetap saja Surakarta, ini nama resmi pemerintahan. Secara administrasi, pemerintah menggunakan nama Surakarta.
Sementara, nama Solo memang lebih digunakan untuk percakapan umum atau pembahasan sehari-hari. Nah, kamu baru tahu kan?
By the way, kawasan kota ini juga memiliki wilayah Solo Raya yang mencakup sejumlah kabupaten di Jawa Tengah seperti Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten.
Jangan lewatkan konten yang membahas mengenai kenapa Bekasi memperoleh julukan Kota Patriot. Saatnya, kamu memperkaya pengetahuan mengenai sejarah kota.
Tidak ketinggalan ada konten yang mengulas kenapa Purwokerto mendapatkan julukan Kota Satria. Hmm, banyak kota yang memiliki sejarah unik ya.
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai rekam jejak sejarah sebuah kota di Indonesia yang perlu kamu ketahui.















