Home / Gaya Hidup

Kamis, 12 September 2024 - 09:00 WIB

5 Alasan Kenapa Rumah di Amerika Terbuat dari Kayu. Orang AS Terbiasa Pindah Rumah Sejak Kecil

Sumber Foto: Pexels.com

Sumber Foto: Pexels.com

Wah, ternyata inilah alasan kenapa rumah di Amerika terbuat dari kayu, salah satunya aman dari ancaman bencana alam.

Bagi kamu yang doyan menonton film Hollywood, pastinya sering melihat adegan yang memperlihatkan rumah orang Amerika Serikat. 

Properti yang hancur karena diterjang angin topan atau hunian yang hancur lebur karena diberondong peluru oleh penjahat. 

Meski dalam film, sebenarnya hal ini memang sungguhan jika masyarakat Negeri Paman Sam ini memakai material kayu untuk seluruh bagian rumah. 

Tentunya, bagi masyarakat Indonesia yang memakai hebel atau batu bata untuk membangun rumah, pilihan kayu memang kurang lazim. 

Biasanya, orang Indonesia hanya menggunakan material kayu untuk membangun rumah tradisional atau rumah peristirahatan. 

Situs Investasiproperti.id akan membahas alasan masyarakat Amerika Serikat (AS) melakukannya dengan mengutip berbagai sumber Kompas.com, Homely Ville, dan lainnya. 

Alasan Kenapa Rumah di Amerika Terbuat dari Kayu

1. Iklim 4 Musim 

Apa kelebihan rumah kayu dibandingkan material lainnya seperti batu atau batu bata adalah bisa menyesuaikan dengan cuaca, 

Material kayu terbilang sejuk saat musim panas tiba, sebaliknya tergolong hangat saat musim dingin datang.

Kayu menjadi pilihan material yang tepat untuk rumah yang berada di negara empat musim seperti Amerika Serikat. 

Bisa dikatakan inilah kelebihan dan fungsi rumah kayu di kawasan seperti ini, dibandingkan negara dua musim. 

2. Budaya Pindah Rumah 

Alasan rumah yang terbuat dari kayu ini cocok bagi masyarakat negara adidaya ini adalah budaya pindah rumah. 

Baca Juga :  Kenapa Hotel Tidak Ada Guling? Benarkah Karena Tidak Higienis

Saat mulai dewasa, orang AS pindah hunian dari rumah orang tuanya lantas ia bisa berpindah ketika berganti pekerjaan, menikah, punya anak, dan seterusnya. 

Hal ini dikenal dengan istilah upgrade lantaran orang AS akan mencari hunian yang lebih besar untuk keluarga mereka. 

Sebaliknya, orang tua yang sudah ditinggalkan oleh anak-anaknya memilih untuk downgrade, terbalik ya. Banyak istilah properti yang memang belum familiar di Indonesia termasuk fixer upper.

Mereka akan mencari rumah yang lebih kecil dibandingkan hunian sebelumnya karena tidak tinggal bersama anak-anak lagi.

Meski, belakangan ada tren kalau banyak orang tua tinggal bersama anak dan cucu, mirip dengan yang terjadi di Asia. 

3. Harga Kayu yang Murah

Perbedaan rumah di Amerika dan Indonesia memang banyak, mulai dari material, desain, hingga luas hunian. 

Hal yang mencolok tentu material kayu, kebetulan kayu memang mudah didapatkan di Amerika Serikat. 

Jangan salah lo, negara ini juga memiliki hutan yang luas, meski memang pilihan kayunya memang berbeda dengan Indonesia. 

4. Ketersediaan Tukang Kayu yang Baik

Cara membangun rumah di Amerika memang lebih cepat karena memanfaatkan kayu dibandingkan menyusun batu bata. 

Lantaran terbiasa membangun hunian dengan kayu, maka jumlah tukang bangunan yang tersedia juga banyak. 

Baca Juga :  Cushman & Wakefield Ungkap Pemasaran Digital Pasar Rumah Tapak. Developer Mempermudah Konsumen dalam Mencari Hunian

Ya, mungkin berbanding terbalik dengan Indonesia yang memiliki tukang bangunan spesialisasi batu bata dan hebel yang lebih banyak. 

5. Bencana Alam 

Kenapa rumah di Jepang rata-rata menggunakan kayu, sama dengan di Amerika Serikat, lantaran keduanya rawan bencana. 

Indonesia juga rawan bencana, tetapi memang berbeda dengan AS yang lebih banyak terkena badai topan dan tornado. 

Pilihan memakai material kayu dinilai lebih baik ketimbang batu bata untuk area yang terkena bencana tornado.

Bagi kebanyakan orang Indonesia, pilihan material kayu untuk rumah memang belum terlalu lazim ya. 

Pastinya, banyak pertanyaan lain seperti kenapa rumah di Amerika tidak berpagar, meski di Indonesia juga demikian terutama yang berada di klaster. 

Lantas apakah orang Indonesia bisa beli rumah di Amerika atau berapa harga rumah di Amerika, siapa tahu kamu berkesempatan kuliah di sana. 

Investasiproperti.id akan membahas sejumlah pertanyaan di atas dalam sejumlah konten lainnya, tunggu saja ya. 

Sebelumnya, ada konten yang membahas kenapa banyak rumah kosong di Jepang. Kabarnya, harga hunian kosong tersebut murah lho. Kamu mau pindah, nggak?

Tidak ketinggalan, ada pembahasan alasan kenapa orang Korea Selatan lebih memilih tinggal di apartemen dibandingkan di rumah tapak. Hmm, kenapa kira-kira ya.

Situs Investasiproperti.id selalu menghadirkan konten yang menarik mengenai arsitektur, desain interior, panduan kawasan, hingga gaya hidup.  

Share :

Baca Juga

potongan harga 85% selama ikea year end sale 2023

Gaya Hidup

Yuk, Manfaatkan Penawaran Eksklusif Bagi Anggota IKEA Family dalam Program IKEA Year End Sale 2023 
Rekomendasi Lapangan Golf Ikonik di Australia Barat

Gaya Hidup

7 Rekomendasi Lapangan Golf Ikonik di Australia Barat. Punya Pemandangan Samudra Hindia dan Kanguru Liar
networking dalam program i sea

Gaya Hidup

Apa Saja sih Manfaat Mengikuti Program Akselerator I-SEA Gelombang 2 dari IKEA Bagi Pelaku Wirausaha Sosial?
kenapa rumah di korea mahal

Gaya Hidup

Kenapa Rumah di Korea Mahal? Hidup di Seoul Tidak Seindah Drakor
ikea tawarkan konsultasi desain di malang

Gaya Hidup

IKEA Hadirkan Konsultasi Desain Interior di Malang. Member Dapat Cash Back
kenapa kucing tidak mau makan

Gaya Hidup

10 Alasan Kenapa Kucing Tidak Mau Makan. Cek Kesehatan Anabul Secara Rutin
kenapa kucing mengeong terus

Gaya Hidup

11 Alasan Kenapa Kucing Mengeong Terus. Babu Wajib Tahu Perilaku Majikan
buku undesigned membahas eksplorasi berpikir kreatif

Gaya Hidup

Kisah Tidak Terduga dalam Buku UNDESIGNED. Saat 12 Profesional Bercerita Mengenai Proses Kreatif dan Eksplorasi Berpikir